BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk
pembangunan. Kerap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan
tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan tantangan-tantangan baru,
yang sebagainnya sering tidak dapat diramalkan sebelumnya. Sebagai konsekuensi
logis, pendidikan selalu dihadapkan pada masalah-masalah baru. kedua karena
usaha pendidikan harus mengantisipasi ke hari depan yang tidak segenap seginya
terjangkau oleh kemampuan daya ramal manusia. Oleh karena itu, perlu ada
rumusan sebagai masalah-masalah pokok yang dapat dijadikan pegangan oleh
pendidik dalam mengemban tugasnya.
1.2 Rumusan
Masalah
Dalam makalah ini, kami merumuskan
masalah, yaitu :
Bagaimana
permasalahan pokok pendidikan ?
Bagaimana masalah
pemerataan pendidikan ?
Bagaimana
masalah mutu pendidikan ?
Bagaimana
masalah efisiensi pendidikan ?
Bagaimana
masalah relevansi pendidikan ?
Bagaimana
faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan ?
1.3 Tujuan
Penulis
Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Ibu Dra.
Wiwik Dwi Astuti S.Pd M.Pd serta menjelaskan sesuai dengan rumusan masalah
diatas, tujuannya yaitu :
Mengetahui
permasalahan pokok pendidikan ?
Mengetahui
masalah pemerataan pendidikan ?
Mengetahui
masalah mutu pendidikan ?
Mengetahui
masalah efisiensi pendidikan ?
Mengetahui
relevansi pendidikan ?
Mengetahui
faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan ?
1.4 Manfaat
Pembaca dapat mengetahui permasalahan pokok pendidikan,
masalah pemerataan pendidikan, masalah mutu pendidikan, masalah efisiensi
pendidikan, masalah relevansi pendidikan, dan faktor yang mempengaruhi
berkembangnya masalah pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Permasalahan
Sistem pendidikan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan
sosial budaya dan masyarakat sebagai suprasistem. Pembangunan sistem pendidikan
tidak mempunyai arti apa-apa jika tidak sinkron dengan pembangunan nasional.
Kaitan yang erat antara bidang pendidikan sebagai sistem dengan sistem sosial
budaya sebagai suprasistem tersebut dimana sistem pendidikan menjadi bagiannya,
menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga permasalahan intern sistem
pendidikan itu menjadi sangat kompleks. Artinya, suatu permasalahan intern
dalam sistem pendidikan selalu ada kaitan dengan masalah-masalah di luar sistem
pendidikan itu sendiri. Misalnya masalah mutu hasil belajar suatu sekolah tidak
dapat dilepaskan dari kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat di
sekitarnya, dari mana murid-murid sekolah tersebut berasal, serta masih banyak
lagi faktor-faktor lainnya di luar sistem persekolahan yang berkaitan dengan
mutu hasil belajar tersebut.
2.2 Pemerataan Pendidikan
Masalah Pemerataan Pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem
pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh
warga negara untuk mempersoalkan pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi
wahana bagi pembangunan sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan. Masalah
pemerataan pendidikan timbul apabila masih banyak warga negara khususnya anak
usia sekolah yang tidak dapat ditampung pendidikan yang tersedia. Pada masa
awalnya, di tanah air kita pemerataan pendidikan itu telah dinyatakan di dalam
undang-undang No. 4 Tahun 1950 sebagai dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di
sekolah. pada Bab XI, Pasal 17 yang
berbunyi : “Tiap-tiap warga negara Republik Indonesia mempunyai hak yang sama
untuk diterima menjadi murid suatu sekolah jika syarat-syarat yang ditetapkan
untuk pendidikan dan pengajaran pada sekolah itu dipenuhi”
Pasal 10 Ayat 1 menyatakan : “Semua anak yang sudah berumur 6 tahun
berhak dan yang sudah berumur 8 tahun diwajibkan belajar di sekolah sedikitnya
6 tahun lamannya”
Pasal 10 Ayat 2 menyatakan : “Belajar di sekolah agama yang telah
mendapatkan pengakuan dari mentri agama dianggap telah memenuhi kewajiban
belajar”
2.3 Mutu Pendidikan
Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai
taraf seperti yang diharapkan. Belajar yang bermutu yang mungkin dicapai melalui proses belajar yang
bermutu. Jika proses belajar tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinnya
hasil belajar yang bermutu.
2.4 Efisiensi Pendidikan
Masalah Efisiensi Pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu sistem
pendidikan mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan
pendidikan. Jika penggunaannya hemat dan tepat sasaran dikatakan efisiensinya
tinggi. jika yang terjadi sebaliknya, efisiensinya berarti rendah.
2.5 Relevansi Pendidikan
Masalah relvansi pendidikan mencakup sejauh mana sistem pendidikan
dapat menghasilkan luaran yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, yaitu
masalah-masalah seperti yang digambarkan dalam rumusan tujuan pendidian
nasional.
2.6 Faktor
yang Mempengaruhi Masalah Pendidikan
- Perkembangan iptek dan seni yaitu, Terdapat hubungan yang erat antara pendidikan dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Ilmu pengetahuan merupakan hasil eksplorasi secara sistem dan terorganisasi mengenai alam semesta, dan teknologi adalah penerapan yang direncanakan dari ilmu pengetahuan untuk memenuhi kehidupan hidup manusia. Kesenian merupakan aktivitas berkreasi manusia, secara individual ataupun kelompok yang menghasilkan sesuatu yang indah.
- Laju pertumbuhan penduduk yaitu, Bertambahnya jumlah penduduk, maka penyediaan prasarana dan sarana pendidikan beserta komponen penunjang terselenggaranya pendidikan harus ditambah. Ini berati beban pembangunan nasional menjadi bertambah.
- Aspirasi masyarakat yaitu, Dalam dua dasa warsa terakhir ini aspirasi masyarakat dalam banyak hal meningkat, khusus aspirasi terhadap pekerjaan, kesemuannya ini mempengaruhi peningkatan aspirasi terhadap pendidikan.
- Keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan yaitu, Suatu istilah yang diberikan oleh sekelompok masyarakat (yang menganggap dirinya sudah maju) kepada masyarakat lain pendukung suatu budaya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Misi pendidikan ialah menyiapkan sumber daya manusia
untuk pembangunan, karena itu pendidikan selalu menghadapi masalah. Pembangunan
sendiri selalu mengikuti tuntutan zaman yang selalu berubah. Masalah yang
dihadapi dunia pendidikan sangat luas dan kompleks. Dengan ditemukannya
masalah-masalah pokok pendidikan, kaitanya masalah-masalah masalaah pokok
tersebut satu sama lain, faktor- faktor yang mempengaruhi perkembangannya.
DAFTAR PUSTAKA
Conter for
Information office of Education and Cultural Research and Development Ministry
of Education and Culture. 1990 Educational
indicators: Indonesia. Jakarta.
Depdikbud.
1989. UU RI No. 2 Tahun 1989 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, Beserta Penjelasannya. Jakarta: Balai Pustaka.
Direktor
General of Primry and Secondary Education. 1990. Bries Information on Primary and Secondary Education. Jakarta.
Ditjen Dikti,
Depdikbub. 1992. Pengembangan dan Inovasi
Kurikulum. Jakarta: Depdikbub.
Krathwolh,
David R. Dan Bloom, Benyamin S. 1974. Taxonomy of Educational Objectives (Handbook II: Affective Domain). New York:
David Mc Kay Co Inc.
Henry, Levin M. 1983. Cost Effectiveness A Primer. London: Sage Publications.
Sjafei,
Mohammad. 1979. Dasar-Dasar Pendidikan.
Jakarta: Yayasan Proklamasi CSSI.
Piggozi, Mary
J dan Cieutat, Victor J. 1988. Education
and Human Resources Sector Assessment. Florida State University.
Santoso,
Slamet Iman. 1980. Laporan Komisi Pembaharuan
Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdikbub.
Tirtaraharja,
Umar. 1990. Laporan Komisi Pembaharuan
Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdikbub.
Tirtaraharja,
Umar. 1990. Pengkajian Subsektor
Pendidikan Pra-SD dan SD di Provinsi Sulawesi Selatan (Laporan Penelitian
Kebijakan). Ujung Pandang: Jarlit Bappeda Tingkat I. Provinsi Sulsel.