Monday, 26 October 2015



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Kerap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan tantangan-tantangan baru, yang sebagainnya sering tidak dapat diramalkan sebelumnya. Sebagai konsekuensi logis, pendidikan selalu dihadapkan pada masalah-masalah baru. kedua karena usaha pendidikan harus mengantisipasi ke hari depan yang tidak segenap seginya terjangkau oleh kemampuan daya ramal manusia. Oleh karena itu, perlu ada rumusan sebagai masalah-masalah pokok yang dapat dijadikan pegangan oleh pendidik dalam mengemban tugasnya.

1.2  Rumusan Masalah
Dalam makalah ini, kami merumuskan masalah, yaitu :
Bagaimana permasalahan pokok pendidikan ?
Bagaimana masalah pemerataan pendidikan ?
Bagaimana masalah mutu pendidikan ?
Bagaimana masalah efisiensi pendidikan ?
Bagaimana masalah relevansi pendidikan ?
Bagaimana faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan ?

1.3  Tujuan Penulis
Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Ibu Dra. Wiwik Dwi Astuti S.Pd M.Pd serta menjelaskan sesuai dengan rumusan masalah diatas, tujuannya yaitu :
Mengetahui permasalahan pokok pendidikan ?
Mengetahui masalah pemerataan pendidikan ?
Mengetahui masalah mutu pendidikan ?
Mengetahui masalah efisiensi pendidikan ?
Mengetahui relevansi pendidikan ?
Mengetahui faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan ?

1.4  Manfaat
Pembaca dapat mengetahui permasalahan pokok pendidikan, masalah pemerataan pendidikan, masalah mutu pendidikan, masalah efisiensi pendidikan, masalah relevansi pendidikan, dan faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan. 

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Permasalahan
Sistem pendidikan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya dan masyarakat sebagai suprasistem. Pembangunan sistem pendidikan tidak mempunyai arti apa-apa jika tidak sinkron dengan pembangunan nasional. Kaitan yang erat antara bidang pendidikan sebagai sistem dengan sistem sosial budaya sebagai suprasistem tersebut dimana sistem pendidikan menjadi bagiannya, menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga permasalahan intern sistem pendidikan itu menjadi sangat kompleks. Artinya, suatu permasalahan intern dalam sistem pendidikan selalu ada kaitan dengan masalah-masalah di luar sistem pendidikan itu sendiri. Misalnya masalah mutu hasil belajar suatu sekolah tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat di sekitarnya, dari mana murid-murid sekolah tersebut berasal, serta masih banyak lagi faktor-faktor lainnya di luar sistem persekolahan yang berkaitan dengan mutu hasil belajar tersebut.

2.2 Pemerataan Pendidikan
Masalah Pemerataan Pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk mempersoalkan pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan. Masalah pemerataan pendidikan timbul apabila masih banyak warga negara khususnya anak usia sekolah yang tidak dapat ditampung pendidikan yang tersedia. Pada masa awalnya, di tanah air kita pemerataan pendidikan itu telah dinyatakan di dalam undang-undang No. 4 Tahun 1950 sebagai dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. pada Bab XI, Pasal 17  yang berbunyi : “Tiap-tiap warga negara Republik Indonesia mempunyai hak yang sama untuk diterima menjadi murid suatu sekolah jika syarat-syarat yang ditetapkan untuk pendidikan dan pengajaran pada sekolah itu dipenuhi”
Pasal 10 Ayat 1 menyatakan : “Semua anak yang sudah berumur 6 tahun berhak dan yang sudah berumur 8 tahun diwajibkan belajar di sekolah sedikitnya 6 tahun lamannya”
Pasal 10 Ayat 2 menyatakan : “Belajar di sekolah agama yang telah mendapatkan pengakuan dari mentri agama dianggap telah memenuhi kewajiban belajar”

2.3 Mutu Pendidikan
Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf seperti yang diharapkan. Belajar yang bermutu yang  mungkin dicapai melalui proses belajar yang bermutu. Jika proses belajar tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinnya hasil belajar yang bermutu.

2.4 Efisiensi Pendidikan
Masalah Efisiensi Pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu sistem pendidikan mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika penggunaannya hemat dan tepat sasaran dikatakan efisiensinya tinggi. jika yang terjadi sebaliknya, efisiensinya berarti rendah.

2.5 Relevansi Pendidikan
Masalah relvansi pendidikan mencakup sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan luaran yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, yaitu masalah-masalah seperti yang digambarkan dalam rumusan tujuan pendidian nasional.

2.6  Faktor yang Mempengaruhi Masalah Pendidikan
  1. Perkembangan iptek dan seni yaitu,  Terdapat hubungan yang erat antara pendidikan dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Ilmu pengetahuan merupakan hasil eksplorasi secara sistem dan terorganisasi mengenai alam semesta, dan teknologi adalah penerapan yang direncanakan dari ilmu pengetahuan untuk memenuhi kehidupan hidup manusia. Kesenian merupakan aktivitas berkreasi manusia, secara individual ataupun kelompok yang menghasilkan sesuatu yang indah.
  2. Laju pertumbuhan penduduk yaitu, Bertambahnya jumlah penduduk, maka penyediaan prasarana dan sarana pendidikan beserta komponen penunjang terselenggaranya pendidikan harus ditambah. Ini berati beban pembangunan nasional menjadi bertambah.
  3.  Aspirasi masyarakat yaitu, Dalam dua dasa warsa terakhir ini aspirasi masyarakat dalam banyak hal meningkat, khusus aspirasi terhadap pekerjaan, kesemuannya ini mempengaruhi peningkatan aspirasi terhadap pendidikan.
  4. Keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan yaitu, Suatu istilah yang diberikan oleh sekelompok masyarakat (yang menganggap dirinya sudah maju) kepada masyarakat lain pendukung suatu budaya.

BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Misi pendidikan ialah menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan, karena itu pendidikan selalu menghadapi masalah. Pembangunan sendiri selalu mengikuti tuntutan zaman yang selalu berubah. Masalah yang dihadapi dunia pendidikan sangat luas dan kompleks. Dengan ditemukannya masalah-masalah pokok pendidikan, kaitanya masalah-masalah masalaah pokok tersebut satu sama lain, faktor- faktor yang mempengaruhi perkembangannya.

DAFTAR PUSTAKA

Conter for Information office of Education and Cultural Research and Development Ministry of Education and Culture. 1990 Educational indicators: Indonesia. Jakarta.
Depdikbud. 1989. UU RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Beserta Penjelasannya. Jakarta: Balai Pustaka.
Direktor General of Primry and Secondary Education. 1990. Bries Information on Primary and Secondary Education. Jakarta.
Ditjen Dikti, Depdikbub. 1992. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Jakarta: Depdikbub.
Krathwolh, David R. Dan Bloom, Benyamin S. 1974. Taxonomy of Educational Objectives (Handbook II: Affective Domain). New York: David Mc Kay Co Inc.
Henry, Levin M. 1983. Cost Effectiveness A Primer. London: Sage Publications.
Sjafei, Mohammad. 1979. Dasar-Dasar Pendidikan. Jakarta: Yayasan Proklamasi CSSI.
Piggozi, Mary J dan Cieutat, Victor J. 1988. Education and Human Resources Sector Assessment. Florida State University.
Santoso, Slamet Iman. 1980. Laporan Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdikbub.
Tirtaraharja, Umar. 1990. Laporan Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdikbub.
Tirtaraharja, Umar. 1990. Pengkajian Subsektor Pendidikan Pra-SD dan SD di Provinsi Sulawesi Selatan (Laporan Penelitian Kebijakan). Ujung Pandang: Jarlit Bappeda Tingkat I. Provinsi Sulsel.




No comments:

Post a Comment